Jam 02:40 selesai pelajaran olahraga, biasanya kalo ada yang ulang tahun tradisi anak otomotif 1 ceburin ke got, selesai olahraga anak anak pada teriak gak jelas dan pada berlarian ke gue,
didalam pikiran gue sih udah gue tebak pasti diceburin, tangan sampe megang pohon tetep aja ditarik, udah lemes mau gak mau lebih baik pasrah ajadeh, udah diceburin masih ada aja yang bilang "lagi lagi. . belom puas nih, badannya belom kecebur semua" lo kata enak bau got!
Ini menurut gue hari bau got, udah pada puas ngliat gue tersiksa langsung aja yang sebagian masih disekolah gue traktirin es teh warso.
Yang nyuci bajunya gue lagi, mana gue yang nyuci bau gotnya gak ilang ilang anjeeenngggggg!
Senin, 13 Februari 2012
Kemarennya Ultah, Besoknya Diceburin ke Got!
Label:
Cerita
Minggu, 05 Februari 2012
SMK Negeri 26 Pembangunan Jakarta | Teknik Kendaraan Ringan 1 '2010/2014
SMK Negeri 26 :: STM Pembangunan Jakarta | Teknik Kendaraan Ringan 1 '2010/2014
NEVER ENDING STORY
Link From YouTube: http://youtu.be/G30gJCk9q-E
Label:
Video
Rabu, 01 Februari 2012
Bersamamu
Hari ini hari yang bahagia, hari pertama kujumpa. . .kujumpa denganmu
Label:
Cerita
Senin, 23 Januari 2012
Kuningan Barat (NingRat)
Jalan jalan tiap malam minggu bersama temanku yang selalu kutunggu..
menikmati suasana kota..
walaupun gak punya pacar, jalan sama kawan kawan kawanpun jadi
Jangan pada lupa daratan yak :)
Kucari tempat dimana kubisa melepaskan penat dikepala,
disinilah kumerasa bahagia, merasakan indahnya dunia
di GARIS KERAS Kuningan Barat (NingRat) tempat kumencari semua kedamaian yang menghilang
Mantemanku bilang disini tempat yang paling nyaman tempat yang paling aman
Kita semua sama, gak ada perbedaan.
Kau pernah bilang hidup ini hanya sebuah pilihan jadi jangan dipikirkan
Kita jalani bersama latih semua dengan gembira walau berat terasa hadapi sajalah
menikmati suasana kota..
walaupun gak punya pacar, jalan sama kawan kawan kawanpun jadi
Jangan pada lupa daratan yak :)
Kucari tempat dimana kubisa melepaskan penat dikepala,
disinilah kumerasa bahagia, merasakan indahnya dunia
di GARIS KERAS Kuningan Barat (NingRat) tempat kumencari semua kedamaian yang menghilang
Mantemanku bilang disini tempat yang paling nyaman tempat yang paling aman
Kita semua sama, gak ada perbedaan.
Kau pernah bilang hidup ini hanya sebuah pilihan jadi jangan dipikirkan
Kita jalani bersama latih semua dengan gembira walau berat terasa hadapi sajalah
Label:
Cerita
Selasa, 03 Januari 2012
Puncak, Senin - Rabu, 02/04 - 01 - 2012
Label:
Cerita
Jumat, 16 Desember 2011
Dany Setyawan, Dedy Romansyah dan Gilang Brian - Hate To Miss Someone (Still Virgin Cover)
Hari/Tanggal : Rabu, 10-11-2010
Hate To Miss Someone (Still Virgin Cover)
Label:
Video
Rabu, 07 Desember 2011
aku benar benar menginginkanmu
Kutipan:
It's true that we don't know what we've got until we lose it, but it's also true that we don't know what we've been missing until it arrives.
[SPOILER=Indonesia]
Benar jika orang berkata bahwa kita tidak tahu arti memiliki sebelum kita kehilangan, tapi juga benar kalau kita tidak tahu arti kehilangan sebelum kita memiliki!!
Demi Allah, sungguh aku benar-benar menginginkanmu, dan sungguh kamulah yang sangat aku butuhkan. Akan tetapi demi Allah, tiada (alasan syar'i) yang dapat menyampaikanku kepadamu, maka menjauhlah dariku sejauh-jauhnya . Ada yang menghalangi antara aku
denganmu !!!
سْــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِالرَّحِيْـــــم
Aku ga pernah takut rasa sayangmu ke aku itu berkurang,
Karena aku tahu kamu ga pernah sayang sama aku
Aku ga pernah takut kamu melupakan aku,
Karena aku tahu kamu ga pernah mengingatku
Aku ga pernah berharap semua yang sudah kita lewati kamu minta untuk diulangi,
Karena aku tahu ga pernah ada kenangan akan aku buat kamu
aku juga ga pernah berharap kamu bisa ada buat aku kapanpun,
Karena aku tahu aku dan kamu hanya sebatas ini
Aku ga pernah berharap dan ga akan pernah berani berharap kamu mencintai aku
Karena aku tahu tidak mungkin mencintai aku
Aku hanya takut, jika aku kehilangan sosokmu
Aku hanya takut, jika aku ga bisa melihat kamu
Aku hanya takut
Aku tidak mengharapkan perhatian dari kamu
Aku tidak mengharapkan senyumu padaku tiap hari
Aku hanya berharap tetap bisa melihat kamu
Jika kamu membutuhkan aku, aku akan datang, namun jika kamu sudah tidak butuh aku . . .
Aku akan pergi dan mungkin kembali lagi ketika kamu membutuhkan aku .
Karena itulah aku...orang yang mencintai kamu dengan sepenuh hati
It's true that we don't know what we've got until we lose it, but it's also true that we don't know what we've been missing until it arrives.
[SPOILER=Indonesia]
Benar jika orang berkata bahwa kita tidak tahu arti memiliki sebelum kita kehilangan, tapi juga benar kalau kita tidak tahu arti kehilangan sebelum kita memiliki!!
Demi Allah, sungguh aku benar-benar menginginkanmu, dan sungguh kamulah yang sangat aku butuhkan. Akan tetapi demi Allah, tiada (alasan syar'i) yang dapat menyampaikanku kepadamu, maka menjauhlah dariku sejauh-jauhnya . Ada yang menghalangi antara aku
denganmu !!!
سْــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِالرَّحِيْـــــم
Aku ga pernah takut rasa sayangmu ke aku itu berkurang,
Karena aku tahu kamu ga pernah sayang sama aku
Aku ga pernah takut kamu melupakan aku,
Karena aku tahu kamu ga pernah mengingatku
Aku ga pernah berharap semua yang sudah kita lewati kamu minta untuk diulangi,
Karena aku tahu ga pernah ada kenangan akan aku buat kamu
aku juga ga pernah berharap kamu bisa ada buat aku kapanpun,
Karena aku tahu aku dan kamu hanya sebatas ini
Aku ga pernah berharap dan ga akan pernah berani berharap kamu mencintai aku
Karena aku tahu tidak mungkin mencintai aku
Aku hanya takut, jika aku kehilangan sosokmu
Aku hanya takut, jika aku ga bisa melihat kamu
Aku hanya takut
Aku tidak mengharapkan perhatian dari kamu
Aku tidak mengharapkan senyumu padaku tiap hari
Aku hanya berharap tetap bisa melihat kamu
Jika kamu membutuhkan aku, aku akan datang, namun jika kamu sudah tidak butuh aku . . .
Aku akan pergi dan mungkin kembali lagi ketika kamu membutuhkan aku .
Karena itulah aku...orang yang mencintai kamu dengan sepenuh hati
Label:
Cerita
Minggu, 06 November 2011
Hey Gadis Yang Kemarin
Tadi malam aku bermimpi, gadis yang kujumpai tiap pagi kemari, wajah cantik indonesia
bukan bule bukan pula campuran..
berawal dari tidak sengaja ketemu tepatnya di dalam busway, setiap pagi pas berangkat sekolah..
mungkin kita saling menatap muka dan mata
kadang kamu tersenyum ke arahku dan tekadang aku yang tersenyum ke arahmu
sebut saja namanya GADIS YANG KEMARIN karena sedikitpun aku tak tau namamu siapa, untuk berbicara sedikitpun tidak pernah.
andai saja kamu mengerti saat kamu menatap mataku, aku ingin dekati dirimu ingin rasakan cintamu tapi hatiku ini masih ragu
Setiap berangkat sekolah kuselalu berharap kita berjumpa lagi..
tidak pernah pake tipstik dan anti pake kosmetik, kamu benar benar cantik dan aku tergila-gila!
ingin rasanya aku miliki, aku suka sekali!
ingin rasanya kutanya namamu!
ingin rasanya ku kenal lebih dekat lagi denganmu!
Hey gadis yang kemarin kapan kita jumpa lagi?? kuharap kau lewati jalan itu lagi
Hey gadis yang kemarin aku harap kamu punya rasa yang sama, seperti yang kurasa saat ini
belum pernah aku melihat gadis lugu yang paling menggoda sepertimu!
Label:
Cerita
UNTUK SESEORANG YANG DULU PERNAH KUMILIKI
Pagi-pagi buta, dan aku dibangunkan suara dari telepon genggamku.
Pesan singkat.
Darimu.
Pesan singkat.
Darimu.
Kau bilang kau sedang rindu.
Aku hanya menarik nafas panjang, mengecup pesanmu, menarik bantal lalu kembali melelapkan diri.
Aku hanya menarik nafas panjang, mengecup pesanmu, menarik bantal lalu kembali melelapkan diri.
Aku jauh lebih rindu, asal kau tahu.
Tapi sudah tidak boleh lagi.
Tapi sudah tidak boleh lagi.
Kau yakin yang kau rindu itu aku?
Aku yang utuh? Yang katamu banyak menuntut, kekanak-kanakan, terlalu cemburu, menambah beban pikiran, dan hanya membuatmu tidak nyaman?
Aku yang utuh? Yang katamu banyak menuntut, kekanak-kanakan, terlalu cemburu, menambah beban pikiran, dan hanya membuatmu tidak nyaman?
Kau yakin yang kau rindu itu aku?
Aku yang selalu kau sembunyikan dari dunia dan tak pernah kau akui keberadaannya?
Aku yang selama ini menurutmu tidak cocok denganmu?
Aku yang selalu kau sembunyikan dari dunia dan tak pernah kau akui keberadaannya?
Aku yang selama ini menurutmu tidak cocok denganmu?
Aku rasa bukan, sayang. Bukan aku yang kau rindukan.
Kau rindu pada caraku mencintaimu.
Caraku menunggumu.
Kau rindu gejolakku saat merindukanmu.
Pada kecupan-kecupan dan pujianku.
Kau merindukan rasa memiliki aku.
Kau rindu pada caraku mencintaimu.
Caraku menunggumu.
Kau rindu gejolakku saat merindukanmu.
Pada kecupan-kecupan dan pujianku.
Kau merindukan rasa memiliki aku.
Jujurlah pada dirimu sendiri, sayang.
Kau tidak pernah membutuhkan aku seperti aku pernah membutuhkanmu.
Kau hanya butuh dibutuhkan.
Kau tidak pernah membutuhkan aku seperti aku pernah membutuhkanmu.
Kau hanya butuh dibutuhkan.
Kita sudah pernah mencoba sekali.
Dan gagal.
Sakit sekali… (Setidaknya bagiku).
Dan gagal.
Sakit sekali… (Setidaknya bagiku).
Jadi untuk apa dicoba lagi?
Cinta saja tidak pernah cukup.
Apalagi jika dari aku saja.
Apalagi jika dari aku saja.
Jujurlah pada dirimu sendiri, apa kau bisa melihat masa depan kita?
Apa yang tersisa untuk diperjuangkan?
Tidak ada, sayang.
Tidak ada.
Apa yang tersisa untuk diperjuangkan?
Tidak ada, sayang.
Tidak ada.
Kau yang bilang sendiri kan, kau tidak tahan pada jarak. Kau tidak tahan pada aku. Untuk itu kulepaskan kamu.
Supaya kita berdua bisa bahagia.
Kau tahu aku masih terlalu mencintaimu sampai hari ini.
Hatiku mungkin berhenti di kamu, tapi kakiku harus terus berjalan.
Karena begitulah hidup, kira-kira.
Karena begitulah hidup, kira-kira.
Label:
Cerita
Selasa, 09 Agustus 2011
Buat kamu dari seseorang yang berjuang melawan dirinya sendiri.
Dear A,
Hampir tiap hari sudah berlalu.
Seratus hari setelah aku meminta kisah kita berhenti ditulis karena kau mengotorinya dengan memasukkan tokoh pria-pria lain yang tak perlu.
Seratus hari.
Dan dalam seratus hari ada banyak sekali yang terjadi.
Dalam seratus hari itu, entah sudah berapa ratus kali aku menangis.
Entahlah, mungkin karena merasa gagal. Gagal menjadi satu-satunya pria yang bisa kaucintai.
Gagal menjadi satu-satunya yang berharga yang harusnya cukup untuk kau miliki.
Atau mungkin…
Karena memang aku benci dikhianati.
Karena aku terlalu egois untuk sudi membagimu pada pria lain.
Entahlah.
Dalam seratus hari itu pula, A, ada puluhan malam di mana aku tersentak bangun dari tidurku.
Lalu dadaku sakit seperti ditinju.
Hanya karena rindu padamu.
Ah… Alam bawah sadarku rupanya sudah terlanjur menyimpan terlalu banyak esensimu.
Senyummu, tawamu, suaramu, tekstur kulitmu, aroma parfummu, suhu tubuhmu, hembusan nafasmu…
Terlalu banyak, A.
Terlalu banyak.
Dalam seratus hari itu, ada beberapa saat bodoh di mana aku jatuh hati lagi padamu.
Padamu, A, sebagai satu keutuhan.
Bukan pada ide-ide bahagia tentangmu.
Padamu. Kau.
Cacat-celamu.
Lebih-kurangmu.
Sehat-sakitmu.
Ibarat sedang mengemudi, aku beberapa kali melambatkan kendaraanku, lalu melirik kaca spion sambil sedikit berharap.
Bahwa di sudut spion itu kau akan terlihat berlari-lari mengejarku.
Kusebut itu saat-saat yang bodoh, A, karena kau tidak pernah terlihat dari sini. Dari spion bodoh ini.
Dalam seratus hari itu, entah sudah berapa kali aku memintamu, bukan, aku bahkan mengibamu, untuk berhenti menghubungiku.
Jangan repot-repot menanyakan kabarku, apalagi mengucap rindu.
Karena saat kau kirim pesan singkat “I miss you…”, hatiku melonjak sangat tinggi, lalu dengan sangat keras terhempas ke bumi.
Sakit sekali.
Sakit karena aku tidak tahu, entah kepada siapa saja kau kirimkan pesan itu…
Sementara aku, yang membalas “I miss you more…” walau hanya ku ucapkan dalam hati, kukirimkan hanya untukmu.
Dalam seratus hari itu, entah berapa ribu kali aku tersentak saat kudengar telepon genggam membunyikan isyarat pesan singkat.
Dan yang lucu, aku dibuat gila sendiri.
Kembali kurasakan rongga dadaku sakit, tapi syaraf-syaraf di kepalaku memekik bahagia.
Semacam selaput rasa yang sulit diungkapkan dengan kata-kata.
Ini perang.
Perangku melawan diriku sendiri.
Tapi entah aku ada di pihak siapa.
Kau belum pernah mengecupku dan belum pernah memelukku, menatapku sudah berkali-kali… Tapi kau menyentuh hidupku lama sekali.
Kurang-lebih seratus hari.
Dan terus terang kukatakan, aku benci begini.
Aku benci saat hati dan logikaku harus saling melawan sendiri.
Aku benci menjadi letih dipermainkan….
Cinta.
Memori.
Kamu.
Aku benci.
Oh iya, A, ini rahasia kita berdua saja ya. Logikaku jangan sampai tahu…
Dalam seratus hari itu, entah berapa ratus kali kau melayang-layang di atas permukaan laut memoriku.
Kadang saat aku mau tidur.
Kadang saat aku baru membuka mata di pagi hari.
Bahkan saat aku ada di ketinggian 35.000 kaki di atas permukaan laut, melintasi 2 pulau dan entah berapa puluh Provinsi.
Kemanapun aku pergi, kau menggangguku dari sini, dari lapisan terdalam kesadaranku.
Aku… Benci.
Tapi…
(Aku benci mengakui ini) aku rindu.
Jika logikaku berwujud manusia, dia pasti sudah membunuhku karena menulis surat ini untukmu.
Salam,
Dari seseorang yang berjuang melawan dirinya sendiri.
Ini apa sih, A? Kenapa kau selalu ada dipikaranku? Ini kekuatan pikiran? Kekuatan rindu? Atau memang hanya kebetulan?
Jangan dijawab!!!
Aku tak mau mencari jawabannya, A.
Aku… Benci.
Hampir tiap hari sudah berlalu.
Seratus hari setelah aku meminta kisah kita berhenti ditulis karena kau mengotorinya dengan memasukkan tokoh pria-pria lain yang tak perlu.
Seratus hari.
Dan dalam seratus hari ada banyak sekali yang terjadi.
Dalam seratus hari itu, entah sudah berapa ratus kali aku menangis.
Entahlah, mungkin karena merasa gagal. Gagal menjadi satu-satunya pria yang bisa kaucintai.
Gagal menjadi satu-satunya yang berharga yang harusnya cukup untuk kau miliki.
Atau mungkin…
Karena memang aku benci dikhianati.
Karena aku terlalu egois untuk sudi membagimu pada pria lain.
Entahlah.
Dalam seratus hari itu pula, A, ada puluhan malam di mana aku tersentak bangun dari tidurku.
Lalu dadaku sakit seperti ditinju.
Hanya karena rindu padamu.
Ah… Alam bawah sadarku rupanya sudah terlanjur menyimpan terlalu banyak esensimu.
Senyummu, tawamu, suaramu, tekstur kulitmu, aroma parfummu, suhu tubuhmu, hembusan nafasmu…
Terlalu banyak, A.
Terlalu banyak.
Dalam seratus hari itu, ada beberapa saat bodoh di mana aku jatuh hati lagi padamu.
Padamu, A, sebagai satu keutuhan.
Bukan pada ide-ide bahagia tentangmu.
Padamu. Kau.
Cacat-celamu.
Lebih-kurangmu.
Sehat-sakitmu.
Ibarat sedang mengemudi, aku beberapa kali melambatkan kendaraanku, lalu melirik kaca spion sambil sedikit berharap.
Bahwa di sudut spion itu kau akan terlihat berlari-lari mengejarku.
Kusebut itu saat-saat yang bodoh, A, karena kau tidak pernah terlihat dari sini. Dari spion bodoh ini.
Dalam seratus hari itu, entah sudah berapa kali aku memintamu, bukan, aku bahkan mengibamu, untuk berhenti menghubungiku.
Jangan repot-repot menanyakan kabarku, apalagi mengucap rindu.
Karena saat kau kirim pesan singkat “I miss you…”, hatiku melonjak sangat tinggi, lalu dengan sangat keras terhempas ke bumi.
Sakit sekali.
Sakit karena aku tidak tahu, entah kepada siapa saja kau kirimkan pesan itu…
Sementara aku, yang membalas “I miss you more…” walau hanya ku ucapkan dalam hati, kukirimkan hanya untukmu.
Dalam seratus hari itu, entah berapa ribu kali aku tersentak saat kudengar telepon genggam membunyikan isyarat pesan singkat.
Dan yang lucu, aku dibuat gila sendiri.
Kembali kurasakan rongga dadaku sakit, tapi syaraf-syaraf di kepalaku memekik bahagia.
Semacam selaput rasa yang sulit diungkapkan dengan kata-kata.
Ini perang.
Perangku melawan diriku sendiri.
Tapi entah aku ada di pihak siapa.
Kau belum pernah mengecupku dan belum pernah memelukku, menatapku sudah berkali-kali… Tapi kau menyentuh hidupku lama sekali.
Kurang-lebih seratus hari.
Dan terus terang kukatakan, aku benci begini.
Aku benci saat hati dan logikaku harus saling melawan sendiri.
Aku benci menjadi letih dipermainkan….
Cinta.
Memori.
Kamu.
Aku benci.
Oh iya, A, ini rahasia kita berdua saja ya. Logikaku jangan sampai tahu…
Dalam seratus hari itu, entah berapa ratus kali kau melayang-layang di atas permukaan laut memoriku.
Kadang saat aku mau tidur.
Kadang saat aku baru membuka mata di pagi hari.
Bahkan saat aku ada di ketinggian 35.000 kaki di atas permukaan laut, melintasi 2 pulau dan entah berapa puluh Provinsi.
Kemanapun aku pergi, kau menggangguku dari sini, dari lapisan terdalam kesadaranku.
Aku… Benci.
Tapi…
(Aku benci mengakui ini) aku rindu.
Jika logikaku berwujud manusia, dia pasti sudah membunuhku karena menulis surat ini untukmu.
Salam,
Dari seseorang yang berjuang melawan dirinya sendiri.
Ini apa sih, A? Kenapa kau selalu ada dipikaranku? Ini kekuatan pikiran? Kekuatan rindu? Atau memang hanya kebetulan?
Jangan dijawab!!!
Aku tak mau mencari jawabannya, A.
Aku… Benci.
Label:
Cerita
Dear A
Dear A, Tadi ini sehabis pulang sekolah, di dalam bis, ada perempuan mirip kamu.
Hatiku melonjak-lonjak girang seperti anak kecil yang diberikan permen kesayangannya, dan wajahku kencang, karena tanpa sadar aku senyum-senyum sendiri.
Bagaimana ini?
Melihat orang yang hanya mirip denganmu saja sudah begini.
Bagaimana jika bertemu kamu langsung setelah nyaris sudah lama tak bertemu?
Aku bahkan tidak kuat membayangkannya.
Di putaran roda-roda bis kutitipkan rindu untukmu. Beserta seuntai doa, dan segenggam cinta.
Aku.
Kangen.
Hatiku melonjak-lonjak girang seperti anak kecil yang diberikan permen kesayangannya, dan wajahku kencang, karena tanpa sadar aku senyum-senyum sendiri.
Bagaimana ini?
Melihat orang yang hanya mirip denganmu saja sudah begini.
Bagaimana jika bertemu kamu langsung setelah nyaris sudah lama tak bertemu?
Aku bahkan tidak kuat membayangkannya.
Di putaran roda-roda bis kutitipkan rindu untukmu. Beserta seuntai doa, dan segenggam cinta.
Aku.
Kangen.
Label:
Cerita






















